Sihir, Ilmu Nujum, Dukun dan Peramal

Bismillahirrahmanirrahim.

Dewasa ini banyak ummat Islam yang melupakan ajaran agama. tidak mengetahui ajaran-ajaran agama berdampak timbulnya kemusyrikan, bid’ah dan khurafat.

Memang benar saat ini adalah zaman modern dan serba canggih, namun ternyata masih banyak orang yang percaya pada dukun, peramal dan jenis-jenis kesyirikan lainnya. Bahkan para peramal sekarang sudah berani memasang iklan melalui media-media, baik cetak maupun elektronik. Bahkan lagi, karena kemajuan tekhnologi, amalan-amalan kesyirikan tersebut saat ini telah dapat dilakukan melalui handphone dengan cara sms.

Berikut akan kami coba mengupan sedikit seputar sihir, ilmu nujum, perdukunan dan peramalan. Kami berharap tulisan ini memiliki manfaat sehingga dapat diketahui oleh semua orang.

a. Sihir

Menurut syar’i (istilah agama), sihir adalah ” mantra atau jampi atau jimat yang bisa mempengaruhi badan, hati, akal dan pikiran orang yang disihir. Menurut Syekh Abdul ‘Azis bin Abdullah bin Baaz ra, sihir adalah perbuatan yang diharamkan dan termauk perbuatan kufur “. Beliau berpendapat demikian berdasarkan pada firman Allah pada surat Al Baqarah ayat 102  yang artinya : ” Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir). Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulan yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengerjakan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengerjakan sesuatu kepada seorangpun sebelum mengatakan : Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir. Mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak dapat memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Dan sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (Kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir kalau mereka tidak mengetahui“.

Kemudian dipertegas lagi dengan sabda Rasulullah saw. yang artinya : ” Bukan golongan kami orang yang menentukan nasib sial dan untung berdasarkan pada tanda-tanda benda seperti burung dll, atau yang bertanya kepada dukun dan yang mendukuninya atau yang menyihir dan meminta sihir untuknya (meminta penyihir untuk menyihir seseorang). Dan barang siapa yang mendatangi dukun dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sesungguhnya dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad saw “. (HR. Al Bazzar)

b. Ilmu Nujum.

Ilmu nujum (ilmu perbintangan) ada 2 macam :

1. Ilmu ta’tsir, yaitu menjadikan keadaan bintang-bintang sebagai petunjuk atas berbagai kejadian di bumi.

Ilmu ta’tsir ini hukumnya haram dan bathil. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud yang artinya : “ Barang siapa mempelajari satu cabang dari ilmu perbintangan maka sungguh dia telah mempelajari satu cabang dari ilmu sihir “. Kemudian pada hadits lain disebutkan : “ barangsiapa yang berkata telah turun hujan kepada kami karena bintang ini dan itu, maka orang itu telah kafir terhadapku dan beriman kepada bintang-bintang“.

Kata “KAFIR” dalam hadits tersebut adalah kafir keluar dari Islam jika dia meyakini bahwa hujan yang turun karena bintang-bintang atau bintang tersebut berserikat (bersama-sama) Allah dalam mengatur hujan. Namun jika dia katakan bahwa bintang itu yang menyebabkan turunnya hujan, maka ia tetap dikatakan “kafir” namun tidak dikatakan keluar dari Islam.

Rasulullah saw bersabda : ” Sesungguhnya keduanya (matahari dan bulan) adalah dua tanda-tanda keagungan Allah swt, keduanya tidak akan gerhana hanya karena kematian seseorang atau kehidupan seseorang ” (HR. Bukhari Muslim).

Dengan demikian, jelaslah bahwa keadaan bintang tidak mempunyai kaitan sama sekali dengan berbagai kejadian di bumi ini.

2. Ilmu Tasyir, yakni ilmu yang menggunakan bintang / benda-benda langit sebagai penunjuk arah dan waktu. Hal ini hukumnya boleh bahkan kadang menjadi wajib. Hal ini sebagaimana pendapat para ahli fiqih bahwasanya bila telah masuk waktu sholat maka wajib atas manusia untuk mengetahui arah kiblat dan posisi bintang-bintang, matahari dan bulan. Firman Allah dalam surat Annahl ayat 16 : ” Dan (DIA ciptakan) tanda-tanda (ptunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk “.

c. DUKUN

Dukun adalah orang yang memberitakan kejadian-kejadian ghaib (tersembunyi) pada waktu yang akan datang. Seperti perkataan bahwa ” akan terjadi demikian dan demikian “.

Namun, tidaklah dikatakan dukun jika seseorang mengatakan hal yang akan datang yang bisa dicapai dengan ilmu hisab. Misalnya akan terjadi gerhana matahari atau bulan dll. Demikian pula perkara-perkara yang dapat dicapai dengan indra, seperti seseorang yang melihat awan tebal, kilat dan mendengar guntur lalu berkata : ” sebentar lagi akan turun hujan “, maka orang ini tidak disebut dukun.

Perdukunan adalah perbuatan kufur karena mereka mengaku mengetahui yang ghaib dan untuk mencapai hal tersebut mereka beribadah kepada jin. Orang yang percaya dan mengakui / membenarkannya hukumnya juga sama dengan kufur. Oleh karenanya, tidak dibenarkan dalam Islam untuk mendatangi dukun yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib, dan juga tidak diperbolehkan membenarkan apa yang mereka katakan. ” Barangsiapa yang mendatangi dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad saw. “ (HR. Abu Daud)

d. PERAMAL

Sebagian ulama mengatakan bahwa peramal (‘Aarof) sama dengan dukun yaitu orang yang memberitakan perkara-perkara ghaib yang akan terjadi. Sebagian lainnya mengatakan bahwa peramal adalah nama umum yang mencakup dukun, ahli perbintangan, dan lainnya dari orang yang mengaku menerima petunjuk tentang perkara-perkara yang ghaib.

” Barangsiapa yang datang ke peramal kemudian dia bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari “. (HR. Muslim). Inilah dasar hukum terhadap orang yang hanya sekedar bertanya ke peramal. Namun jika ia bertanya kemudian membenarkan dan mengambil pelajaran dari apa yang dikatakan peramal itu maka hal itu adalah perbuatan kufur, karena mempercayai peramal sama halnya mendustakan ayat 65 dari surat Annaml : ” Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah “.

Namun, jika seseorang datang ke peramal dan bertanya padanya dalam rangka untuk menguji apakah dia jujur atau berdusta, hal ini diperbolehkan selama dia tidak mengambil dan atau membenarkan perkataannya, hanya sekedar menguji jujur tidaknya. Hal tersebut pernah dilakukan oleh Nabi saw yang bertanya kepada Ibnu Sayyad (seorang pembohong besar dan kadang-kadang melakukan praktek perdukunan yang ada kalanya benar, adakalanya dusta sehingga tersiar kabar bahwa dia adalah dajjal). Nabi saw bertanya kepadanya tentang Addukhon (asap) untuk mengetahui hakekat urusannya : ” tahukah kamu apa yang aku sembunyikan darimu ?”. Ibnu Sayyad menjawab : “Addukh”. Maka Nabi saw pun bersabda : “duduklah, kamu tidak akan dapat melampaui kedudukanmu”. (HR.Bukhari-Muslim). Ibnu Katsir ra berkata : ” Ibnu Sayyad dapat mengungkapkannya lewat jalan para dukun dengan lisan jin dan mereka (jin) memotong ungkapan itu sehingga dia hanya dapat berkata “Addukh”, bukan “Addukhon”. Seketika itulah Rasulullah saw mengetahui bahwa hakekatnya itu adalah dari syaithan”.

Kita sebagai umat Islam, dituntut untuk mengungkap kelemahan dan kedustaan para ahli sihir tersebut. Salah satu caranya dapat dilakukan dengan mendatanginya kemudian bertanya kepadanya namun dengan maksud untuk menampakkan kelemahan dan kedustaannya pada masyarakat.

Waalahu Ta’aala a’lam bissowab. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin. Wassalam.

(Dikutip dari : Booklet yang diterbitkan oleh Ponpes Minhajus Sunnah Kendari)

2 Balasan ke Sihir, Ilmu Nujum, Dukun dan Peramal

  1. umar alhadad mengatakan:

    021-87902688.mari kita buktikan:
    anda mau bayar hutang cepat?mau dengan bantuan khadam,jin melunasi hutang?atau anda ingin rejeki numplek tak putus putus?
    anda mengidap penyakit secara medis sulit/tidak bisa diobati?jin tabib buatkan obat mujarab.
    atau anda ingin dikasihi/disayangi/dicintai?jin pelet siap bertugas.
    kebun atau kantor anda sering diganggu pencuri?anda ingin pencuri tsb kapok taubatan nasuha?jin kami siap gebrag.
    anda jangan kawatir dibohongi.semua pembayaran setelah terbukti nyata.bahkan uang transportpun gratis.mari kita buktikan:021-87902688.umar alhadad.jalan sukahati depan bengkel las.,bantar,sentul,citeureup.bogor.

  2. CANDRA mengatakan:

    mohon maaf buat anggota DEPAG bontang,sy ingin menanyakan anggota anda yg bernama RADIT PRATAMA,dg emal
    Anasek@rocketmail.com

    anggota bapak seorang penipu,org beragama tapi dy menipu org banyak,termasuk saya.
    mohon d tindak lanjuti anggota bapak,krn memalukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: