Menteri Agama : Ikhlas Beramal Dalam Penyelenggaraan Haji

logo-depag-warna3Gagasannya untuk memperbaiki perhajian ketika itu dengan meniadakan sebuah badan yang dikenal dengan Majelis Perjalanan Haji (MPH) waktu itu. Kini nama tersebut berganti menjadi Panitia Perjalanan Haji Indonesia (PPHI).

Menurut Maftuh, badan tersebut tidak perlu diadakan lagi. Pasalnya, karena petugas yang ditunjuk untuk duduk pada badan itu adalah tokoh-tokoh yang katanya sudah memberikan jasa kepada republik ini. “Kalau memang ingin membalas jasa tidak perlu dikasih embel embel tugas. Dihajikan saja selesai,” kilahnya, dari pada dikasih embel embel tugas, lanjutnya. Sebab, kenyataannya tidakbertugas juga. Itukan menyalahi aturan namanya” terang Menag yang dalam perjalanan karirnya lebih banyak bertugas di Departemen Luar Negeri.”

Karena gagasan itu, Maftuh muda sempat dipanggil Duta Besar RI di Riyad ketika itu. “Saya dipanggil Dubes RI ketika itu”, kenangnya sembari mengatakan soal panggil memanggil memang lazim ketika itu. Apa lagi di zaman Orde Lama. Kita tahu zaman Orde Lama yang berlaku “tidak boleh berbuat salah.”

“Tapi alhamdullillah dapat saya jelaskan bahwa persoalan haji adalah persoalan ummat. Karena itu secara makro kita harus berpikir ke depan, bagaimana haji ini dapat dilaksanakan dengan sebaik baiknya”, ujarnya

SAHARA DIPROYEKAN

Pada bagian lain, dia juga memaparkan tentang celah celah usaha yang menjadi incaran oknum oknum yang dimanfaatkan dalam operasional haji. “Dahulu yang namanya “sahara” (perbekalan menuju Arafah – red) saja dijadikan proyek. Hal itu bukan berjalan setahun atau dua tahun tetapi cukup lama”, ungkap Menag kelahiran Rembang, Jawa Tengah 4 Nopember 1939 itu. Oleh karena itulah menurutnya untuk membenahi operasional perjalanan ibadah haji perlu waktu. Apa lagi, karena kalau seseorang sudah bercokol begitu lama, sulit untuk dipersilahkan keluar.


Menjawab pertanyaan, mantan Kepala Rumah Tangga Kepresidenan era Suharto ini terus terang mengaku, akibat kebijaksanaannya dalam penyelenggaraan operasional perhajian kini dia dinilai terlalu arogan. “Kesan itu ada. Seolah olah saya ini arogan dan terlalu”, jelasnya. “Pasalnya, karena disindir tidak bisa, ya terpaksa digebug aja”, cetusnya.

Menurutnya, dia tahu bahwa kebijaksanaan dia tersebut dinilai orang tidak popular. “Hanya satu tujuan saya melalui kebijaksanaan itu, bahwa perbaikan diperlukan”, teganya. “Tanpa itu “no way”. Soal resiko harus kita hadapi”, sambungnya lagi. “Falsafah yang saya pegang, orang yang takut salah, itu sudah salah. Kalau melakukan dua pekerjaan salah melulu itu artinya double bodoh” katanya.


TIGA UTAMA

Namun demikian, Menag Maftuh Basyuni mengingatkan jangan coba coba mempermainkan dan mengambil keuntungan berlebih dari haji. “Itu dalilnya”, sela dia. Haji itu paling mudah. Orang jahatnya seperti apapun kalau sudah mau naik haji, disuruh melakukan apapun pasti mau.

Karena niatnya itu sudah ingin melepaskan diri dari kaitan hidup. Semata mata untuk tuhan. “Coba lihat, semua jamaah menyerahkan uang Rp 20 juta, kemudian melunasi sampai menjadi Rp 33 juta. Mereka, sama sekali tidak menanyakan uang itu untuk apa saja” ujarnya. Oleh karena itu, sangat tidak etis. Tidak bermoral, kalau amanat mereka disalahgunakan.”

“Saya katakan Tuhan tidak tidur. Karena itu jangan mencoba coba berbuat yang tidak tidak” imbaunya sembari mengajak untuk menyimak apa yang terjadi atas mereka yang menggunakan kesempatan mengambil keuntungan berlebih dari perhajian.

“Lihat sekarang. Mana ada syech syech yang hidupnya berbahagia. Contoh yang sangat sangat dekat dengan kita, ialah Tiga Utama. Kolaps. Belum lagi yang ada di Departemen Agama,” paparnya, namun tidak mau menunjuk nama yang bersangkutan.

“Saya tidak mau menunjuk orangnya. Ini suatu tanda bahwa Tuhan itu tidak tidur. Oleh karena itu harus hati hati” paparnya. Bertugas di Departemen Agama di bidang perhajian, kalau sudah mau, laksanakan. Namun tidak boleh lagi mencari tambahan tambahan dari pekerjaan itu. Bahasa Jawanya “ trimo ing panggih” Kalau tidak mau “out”. Keluar. Dengan tegas dia mengatakan sekaligus memperingatkan pula : “Kalau ada petugas Urusan Haji Departemen Agama yang melakukan tindakan tindakan untuk memperkaya diri dengan menambah nambah upaya seperti disebutkannya di atas, maka menurutnya petugas itu tidak usaha ke Depag lagi.

“Ga usaha dia ke Depag lagi. Akan saya tangkap dan tindak”, ancamnya. Karena menurutnya pemerintah sudah memberikan honor dan insentif terhadap petugas bersangkutan. “Artinya kalau ga mau dengan apa yang sudah diberikan, ya out saja, ya keluar saja” katanya. (informasihaji.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: